Prediksi Serbia vs Lithuania, Saatnya Tuan Rumah Bangkit di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup B akan menyuguhkan pertandingan seru, di mana kali ini Timnas Serbia akan bertanding melawan Lithuania di Stadion Rajko Mitic, Selasa (11/06) mendatang. Laga ini dipastikan bakal berlangsung ketat, mengingat keduanya sama-sama membutuhkan poin untuk menjaga asa lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Serbia

 

Kini posisi Serbia di Grup B benar-benar tidak menguntungkan. Karena tergabung di Grup B bersama Lithuania, Ukraina, Portugal, dan Luxembourg, tim berjuluk The Eagles itu hanya mampu duduk di posisi ke-5 dengan koleksi 1 poin dari 2 pertandingan yang sudah dijalani. Tentu saja ini sama sekali tidak mencerminkan kekuatan Serbia yang memiliki banyak pemain berkualitas, di mana salah satunya adalah Luka Jovic, pemain yang baru saja didatangkan Real Madrid.

Belum sampai disitu, di laga terakhir Serbia juga harus menanggung malu setelah dikalahkan Ukraina dengan skor telak 5-0. Padahal pada pertandingan itu mereka bisa memainkan pemain terbaiknya, termasuk Jovic, Adam Ljajic, dan Dusan Tadic. Pada pertandingan itu lini tengah Serbia terlihat kalah dalam duel melawan para pemain gelandang Ukraina, sehingga mereka tidak mampu mengembangkan permainan.

Oleh sebab itu, pada laga kali ini pelatih Serbia, M. Krstajic harus mencari strategi ampuh untuk bisa mengembalikan kualitas permainan timnya. Jika melihat statistik, tentu saja Serbia jauh diunggulkan ketimbang Lithuania. Namun tentu saja ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Serbia, karena biasanya tim yang kalah secara kualitas akan bermain lebih bertahan. Untuk membongkar pertahanan tersebut, Krstajic bisa mengandalkan skill individu para pemainnya.

Lithuania

Kemudian di sisi lain kini Lithuania juga mengalami nasib yang serupa dengan Serbia, di mana mereka masih berada di posisi ke-4 dengan koleksi 1 poin dari 2 pertandingan yang dijalani. Di laga pamungkas Lithuania hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Luxembourg, dan tentu saja itu bukan modal yang baik untuk melawan Serbia.

Pada pertandingan nanti Lithuania juga dipastikan tidak akan diperkuat oleh dua pemain andalannya, yakni Saulius Mikoliunas dan Modestas Vorobjovas yang terkena kartu merah di pertandingan terakhir. Kehilangan dua pemain tersebut tentu saja menjadi kabar buruk bagi pelatih V. Urbonas, mengingat keduanya adalah pemain andalan di sisi kanan pertahanan Lithuania.

Untuk setidaknya mengimbangi Serbia, Lithuania bisa menerapkan strategi serangan balik dengan menumpuk pemain di lini tengah. Karena para pemain Serbia juga sering melakukan kesalahan individu, seperti yang tercermin di laga melawan Ukraina. Ketika pemain Serbia kehilangan bola, pemain Lithuania pun bisa segera melancarkan serangan balik cepat ke jantung pertahanan tim tuan rumah.

Head to Head Serbia vs Lithuania

09/10/05 Lithuania 0 – 2 Serbia

12/10/08 Serbia 3 – 0 Lithuania

15/10/09 Lithuania 2 – 1 Serbia

08/09/18 Lithuania 0 – 1 Serbia

21/11/18 Serbia 4 – 1 Lithuania

Lima Pertandingan Terakhir Serbia

17/11/18 Serbia 2 – 1 Montenegro

21/11/18 Serbia 4 – 1 Lithuania

21/03/19 Jerman 1 – 1 Serbia

26/03/19 Portugal 1 – 1 Serbia

08/06/19 Ukraina 5 – 0 Serbia

Lima Pertandingan Terakhir Lithuania

18/11/18 Rumania 3 – 0 Lithuania

21/11/18 Serbia 4 – 0 Lithuania

23/03/19 Luxembourg 2 – 1 Lithuania

25/03/19 Azerbaijan 0 – 0 Lithuania

08/06/19 Lithuania 1 – 1 Luxembourg

Prediksi Line Up Serbia vs Lithuania

Serbia (3-5-2): M. Dmitrovic; A. Kolarov, U. Spajic, N. Milenkovic; F. Kostic, A. Ljajic, D. Tadic, N. Maksimovic, M. Gacinovic; L. Jovic, A. Prijovic.

Lithuania (4-2-3-1): D. Bartkus; D. Simkus, L. Klimavicius, M. Palionis, V. Andriuskevicius; M. Vorobjovas, V. Slivka; A. Novikovas, P. Golubickas, N. Valskis; F. Cernych.

Prediksi Skor Serbia vs Lithuania: 3 – 0

Bagaimana dengan prediksimu? Nah, sambi melihat jalannya pertandingan internasional di FIFA Matchday kali ini tidak ada salahnya kamu mencoba peruntungan dengan bermain Maxbet hanya di Riropalace.net.

Luar Biasa! 5 Pemain Ini Mampu Cetak Lebih dari 10 Gol Dalam Satu Pertandingan

Mencetak hattrick atau quatrick dalam sebuah pertandingan tentunya bukanlah hal yang mudah, terutama jika pertandingan terjadi di level atas. Oleh sebab itu, catatan tersebut biasanya hanya mampu ditorehkan oleh para pemain bintang yang memang telah terbukti skil dan kemampuannya. Sampai saat ini banyak yang menganggap bahwa Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah pemain yang sudah akrab dengan catatan hattrick atau quatrick. Karena memang keduanya sering kali mencetak 3 hingga 4 gol hanya dalam satu pertandingan.

Namun pada kenyataannya ada beberapa pemain yang mampu mencetak lebih dari quatrick dan bahkan mereka mampu mencetak 10 gol hanya dalam satu pertandingan. Namun sayangnya keberhasilan mereka tidak terekspose oleh media, sehingga tidak banyak orang yang mengetahuinya. Oleh sebab itu, ini adalah saat yang tepat untuk mengulik informasi mengenai 5 pemain yang mampu mencetak lebih dari 10 gol dalam satu pertandingan.

Joe Payne

Nama pertama adalah Joe Payne, yang menurut informasi lebih akrab bermain di Divisi 3 Liga Inggris. Meskipun namanya tak banyak dikenal, namun Joe berhasil mencatat prestasi yang membanggakan, di mana dirinya mampu mencetak 10 gol sekaligus ketika membela Luton Towns dalam pertandingan melawan Bristol Rovers pada 13 April 1936 silam. Pada laga itu sendiri Luton Towns menang dengan skor telak 12-0.

Malika-e-Noor

Malike-e-Noor bisa dibilang menjadi pemain sepak bola wanita paling dikenang yang mampu mencetak lebih dari 10 gol dalam satu pertandingan. Pada September 2011 yang lalu Malika berhasil mencetak 14 gol ketika membela Young Rising Star melawan Margala dalam laga lanjutan sepak bola wanita Pakistan. Skor akhir pada pertandingan itu adalah 25 – 0 untuk kemenangan Young Rising Star.

Cosmina Dusa

Jika Malika berhasil mencetak 14 gol, kali ini Cosmina Dusa yang juga merupakan pemain sepak bola wanita pernah berhasil mencetak lebih dari 10 gol dalam satu pertandingan, tepatnya sebanyak 13 gol ketika membela CFF Olimpia Cluj pada laga melawan CFF Clujana pada 31 Oktober 2010 dalam laga lanjutan Liga 1 Femini (liga sepak bola wanita di Rumania).

John Petrie

Menurut catatan John Petrie adalah pemain milik klub asal Skotlandia, Arbroath FC, yang mampu mencetak 13 gol sekaligus hanya dalam satu pertandingan. Hal itu terjadi pada saat dirinya bermain melawan Bon Accord pada 12 September 1885 silam, di mana skor akhir pertandingan sangat mencolok, yakni 36-0.

Debbie McWhinnie

Yang terakhir adalah Debbie McWhinnie, pemain sepak bola wanita lainnya yang berhasil mencetak 10 gol dalam satu pertandingan. Debbie yang kala itu bermain membela Hibernian berhasil mengalahkan East Kilbride dengan skor 17-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Wanita Skotlandia.

Untuk kamu yang ingin meraih kesempatan menang yang lebih besar dalam permainan casino, sbobet, atau poker online, terus pantengin Imagerous.com dan kunjungi Genericcialisordercialisumyv.com. Jangan sia-siakan kesempatan emasmu untuk menang!

3 Alasan yang Membuat Philippe Coutinho Tak Layak Dilepas Barcelona

Barcelona mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool pada musim dingin 2018 yang lalu dengan nilai transfer sebesar 145 juta euro atau setara 2,3 triliun rupiah. Tingginya harga yang harus ditebus oleh Barcelona tidak lepas dari penampilan apik pemain asal Brasil tersebut, di mana sejak musim 2015/16 dia berhasil mencetak lebih dari 10 gol untuk Liverpool.

Namun sayangnya harapan Barcelona untuk mendapat servis yang memuaskan dari Coutinho tidak sesuai dengan kenyataan. Karena pemain asal Brasil tersebut justru tampil inkonsisten bersama Barcelona, di mana sepanjang musim 2018/19 dirinya hanya mampu mencetak 5 gol dan menyumbang 2 assists dari 34 penampilannya di La Liga. Tentu saja itu adalah catatan yang sangat mengenaskan dari seorang pemain berharga lebih dari 2 triliun rupiah.

Meskipun demikian, Barcelona tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menjual Coutinho. Karena masih ada 3 alasan lain seperti yang berikut ini yang membuat Barcelona tidak boleh gegabah melepas Coutinho.

Tidak Ada Pemain yang Lebih Bagus di Skuat

Selama 5 musim bersama Liverpool, Coutinho mampu mencatat 125 penampilan di Liga Premier Inggris, menyumbang 35 assists dan mencetak 41 gol. Tentu saja itu adalah sebuah catatan yang harus dipertimbangkan oleh Barcelona. Jika harus menjualnya, saat ini Barcelona belum memiliki sosok pemain pengganti yang kualitasnya lebih baik atau minimal sepadan dengan Coutinho. Jika mereka terpaksa menjual Coutinho, tentu saja Barcelona dipastikan akan merogoh kocek cukup dalam untuk membeli pemain yang kualitas lebih baik dari mantan pemain Inter Milan tersebut.

Coutinho Berpeluang Menunjukkan Penampilan Terbaiknya

Barcelona selayaknya memberikan Coutinho kesempatan di musim penuh keduanya. Karena tidak semua pemain bisa cepat beradaptasi dengan kultur sepak bola di Spanyol, terlebih musim 2018/19 masih merupakan musim penuh perdana Coutinho membela Barcelona. Oleh sebab itu, Coutinho masih memiliki peluang untuk menunjukkan penampilan terbaiknya di musim 2019/20.

Mengalami Kerugian Finansial

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Barcelona mendatangkan Coutinho dengan nilai transfer 145 juta euro. Namun ada kabar yang menyebutkan bahwa mereka akan melepas sang pemain hanya di harga 80 juta euro atau 1,27 triliun rupiah di bursa transfer musim panas 2019. Jika harus menjualnya, tentu saja Barcelona akan mengalami kerugian sekitar 1 triliun rupiah.

Gak mau rugi dalam permainan casino atau poker online, langsung saja kunjungi Genericcialisordercialisumyv.com. Kamu juga bisa update informasimu seputar prediksi bola hanya di Imagerous.com, dijamin akurat dan kamu tidak akan salah pilih tim dalam bursa taruhan.

Luka Jovic Harus Berhati-Hati, Ini 3 Sejarah Suram Pemain Serbia di Real Madrid

Real Madrid baru saja mengumumkan bahwa mereka telah resmi mendapatkan tanda tangan striker Eintracht Frankfurt asal Serbia, Luka Jovic. Menurut informasi, Jovic didatangkan Real Madrid dengan nilai transfer sekitar 60 juta euro atau hampir menyentuh angka 1 triliun rupiah. Tingginya harga Jovic tidak lepas dari penampilan apiknya di musim lalu, di mana pemain 21 tahun itu total berhasil mencetak 27 gol di Bundesliga dan Liga Europa.

Dengan catatan tersebut, tentu saja Jovic diharapkan mampu menambah daya dobrak Real Madrid di musim depan. Karena pada musim 2018/19 kali ini lini depan Real Madrid seakan kesulitan untuk mencetak gol sepeninggal bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo yang memutuskan untuk pindah ke Juventus.

Meskipun dieluh-eluhkan bakal mencapai kesuksesan bersama Real Madrid, namun Jovic harus berhati-hati karena berdasarkan sejarah banyak pemain Serbia yang menemui kegagalan ketika bermain bersama Los Blancos. Berikut adalah 3 sejarah suram pemain asal Serbia di Real Madrid.

Milan Jankovic

Milan Jankovic adalah pemain pertama Serbia (kala itu masih bernama Yugoslavia) yang bergabung bersama Real Madrid, tepatnya pada tahun 1987 yang lalu dari Red Star Belgrade. Namun penampilan Milan bersama Real Madrid kurang bersinar, di mana dirinya hanya mampu mencatat 38 penampilan di musim perdananya dan langsung dilepas ke klub Belgia, Anderlecht.

Dejan Petkovic

Kemudian ada nama Dejan Petkovic yang pernah bergabung bersama Real Madrid pada musim 1995/96 setelah didatangkan dari klub lokal Serbia, Red Star Belgrade. Perannya sebagai pemain tengah dianggap gagal memenuhi ekspetasi yang dibebankan Real Madrid, dan membuatnya langsung dipinjamkan ke Sevilla pada tahun 1996. Karier Petkovic bersama Real Madrid pun cukup suram, karena dirinya lebih banyak dipinjamkan ke klub lain hingga pada akhirnya dilepas ke klub Brasil, Vitoria pada tahun 1997.

Perica Ognjenovic

Real Madrid kembali mendatangkan pemain Serbia milik Red Star Belgrade, kali ini mereka mendatangkan Perica Ognjenovic pada musim 1999/00. Namun Perica juga gagal bersama Real Madrid, di mana dirinya lebih banyak duduk di bangku cadangan dan hanya mampu mencatat total 22 penampilan hingga akhirnya dilepas ke FC Kaiserslautern pada 2002.

Kalau kamu gak ingin memiliki kesialan dalam bermain Sbobet casino, langsung saja klik 988Sport.net dan dapatkan banyak keuntungannya.

Resmi, Ivan Kolev Mengundurkan Diri dari Persija Jakarta

Liga 1 2019 memang baru berlangsung selama 3 pekan, namun demikian kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu sudah memakan satu korban. Melalui akun resminya, Persija Jakarta mengumumkan bahwa pelatih kepala mereka asal Bulgaria, Ivan Kolev memutuskan untuk mengundurkan diri pada Senin (03/06) malam WIB. Dengan demikian, manajemen Persija dipastikan akan segera mengadakan rapat untuk menentukan siapa pelatih yang akan menggantikan Kolev di kursi pelatih Persija.

Keputusan Ivan Kolev Cukup Mengejutkan

Keputusan Kolev untuk mengundurkan diri memang cukup mengejutkan, mengingat Liga 1 2019 baru berjalan tiga pekan. Tentu saja hasil Persija di tiga pekan perdana tidak bisa dijadikan sebuah patokan untuk menentukan kesuksesan Kolev sebagai juru racik.

Namun memang harus diakui bahwa prestasi Kolev bersama Persija di Liga 1 2019 cukup buruk. Karena dari tiga pertandingan yang telah dijalani, Persija yang berstatus sebagai juara bertahan Liga 1 hanya mampu meraih 1 kali hasil imbang dan menelan 2 kekalahan. Hasil imbang sendiri diraih Persija saat mereka berhadapan dengan Barito Putera, di mana kala itu Ismed Sofyan dkk berhasil mengakhiri laga dengan skor 1-1. Sementara dua kekalahan yang didapatkan Persija masing-masing diraih saat mereka berhadapan dengan PSIS Semarang dan Bali United, masing-masing dengan skor 2-1 dan 1-0. Kalau kamu tidak ingin bernasib serupa dengan Persija dalam bermain Play1628, langsung saja klik Lojistiksektoru.com dan dapatkan kesempatan menang yang lebih besar di sana.

Kolev Mulai Melatih Persija pada Januari 2019

Sekedar informasi, Kolev yang juga pernah melatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 itu ditunjuk untuk menangani Persija pada Januari 2019 yang lalu. Dia ditunjuk sebagai pelatih untuk menggantikan posisi Stefano Cugurra Teco yang memilih untuk mundur dan kemudian berlabuh bersama Bali United.

Menggantikan Teco tentu saja bukan perkara yang mudah, karena arsitek asal Brasil itu sukses menorehkan catatan manis bersama Persija, yakni dengan mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Keberhasilan Teco membuat para suporter Persija memiliki harapan tinggi pada Kolev. Namun dengan kegagalannya di tiga laga perdana Liga 1 2019, suporter tim Macan Kemayoran pun terus menyuarakan desakan agar Kolev segera mengundurkan diri. Desakan itu pun akhirnya didengarkan oleh Kolev, dan ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Bukan Neymar, tapi 3 Sosok Ini yang Dirindukan Lionel Messi di Barcelona

Sampai saat ini Lionel Messi masih dianggap sebagai salah satu bintang terbesar yang pernah dimiliki oleh Barcelona. Meskipun usianya sudah mulai memasuki kepala tiga, namun performa Messi masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Ia pun masih menjadi pemain andalan di lini depan Barcelona.

Sekedar informasi, Messi memulai kariernya di tim senior Barcelona pada tahun 2004 yang lalu. Sejak bermain untuk tim utama Barcelona, pemain asal Argentina itu sudah pernah ditangani oleh enam pelatih yang berbeda. Mereka adalah Frank Rijkaard (2003-2008), Pep Guardiola (2008-2012), Tito Vilanova (2012-2013), Gerardo Martino (2013-2014), Luis Enrique (2014-2017), dan Ernesto Valverde (2017-sekarang).

Pep Guardiola

Dari beberapa pelatih ternama tersebut, Messi mengaku sangat merindukan sosok Guardiola. Karena dia menilai bahwa pelatih yang kini menangani Manchester City itu mempunyai gaya melatih yang unik.

“Guardiola adalah guru (pelatih) yang unik bagi saya. Ia adalah pelatih yang memberi peringatan anda pada segala hal yang bakal terjadi dalam pertandingan,” kata Messi dilansir Fox Sports.

Kerinduan Messi pada Guardiola memang bisa dimaklumi, mengingat pria berkepala plontos itu bisa dibilang sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Barcelona. Selama menangani Barcelona, Guardiola telah memenangi 14 trofi bergengsi, di mana dua di antaranya adalah trofi Liga Champions Eropa.

Pelatih yang hampir menyamai kesuksesannya adalah Joan Gamper yang merupakan pelatih pertama Barcelona, yang berhasil mempersembahkan 12 trofi bergengsi selama periode 1902-1917. Sementara di tempat ketiga ada nama pelatih pencetus tiki taka, Johan Cruyff yang berhasil mempersembahkan 11 gelar juara pada periode 1988-1996. Bagaimana dengan kamu, sudah pernah dapat juara apa saja? Kalau belum, kini saatnya kamu jadi pemenang dalam permainan Play1628 dengan mengunjungi Lojistiksektoru.com.

Andres Iniesta dan Xavi Hernandez

Selain Guardiola, dua sosok lainnya yang sangat dirindukan kehadirannya oleh Messi di Barcelona adalah Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Bersama keduanya, Messi mendapat banyak pelajaran berharga, mengingat baik Iniesta dan Xavi adalah pemain yang berwibawa baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Saya juga rindu dengan Andres Iniesta dan Xavi. Bersama mereka, yang saya tahu hanyalah kami yang bisa menang tak peduli siapa pun lawan yang dihadapi,” pungkasnya.

Karena 3 Hal Ini Persija Jakarta Layak Depak Ivan Kolev

Persija Jakarta gagal menunjukkan penampilan yang mengesankan di awal musim Liga 1 2018. Berstatus sebagai juara bertahan, Persija justru kini harus terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara atau masuk zona degradasi.  Hal itu tidak lepas dari hasil di tiga pertandingan yang telah mereka lalui, di mana tim besutan Ivan Kolev itu hanya mampu meraih satu kali hasil imbang ketika melawan Barito Putera dengan skor 1-1. Sementara di dua laga lainnya Persija harus menelan kekalahan, masing-masing dengan skor 2-1 dari PSIS Semarang dan 1-0 dari Bali United.

Melihat situasi yang ada, tentunya manajemen Persija harus segera mengambil sikap. Mendepak Kolev dari kursi pelatih mungkin bisa menjadi salah satu keputusan yang tepat untuk menyelamatkan tim Macan Kemayoran. Bukan hanya sekedar bualan semata, 3 alasan ini semakin menguatkan mengapa Persija harus memecat Kolev dari kursi pelatih.

Sulit Menang

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Persija masih belum meraih kemenangan hingga memasuki pekan ke-3 Liga 1 2019. Jika dilihat dari permainan, Persija juga tidak menunjukkan penampilan yang mengesankan layaknya di Liga 1 2018. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengejutkan jika Persija gagal meraih kemenangan dari tiga laga yang telah dijalani.

Lini Belakang dan Depan Bobrok

Performa buruk Persija sebenarnya sudah bisa dilihat dengan jelas dari penjabaran di poin pertama. Akan tetapi jika dilihat lebih detail lagi, lini belakang dan depan Persija di musim ini bisa dibilang sangat buruk. Karena dari tiga laga yang sudah dijalani, Persija telah kemasukan total 4 gol dan hanya mampu mencetak 2 gol. Tentu saja hal itu sudah bisa menggambarkan bagaimana kualitas pelatih asal Bulgaria tersebut.

Rekam Jejak Masa Lalu Ivan Kolev

Meskipun sempat menjadi pelatih Timnas Indonesia di Piala Asia 2007, namun kualitas Kolev tak kunjung terlihat ketika menangani klub Liga 1. Pada Liga 1 2017 yang lalu Kolev juga sempat ditunjuk untuk menangani PS TNI (sekarang TIRA-Persikabo), hanya saja kemudian Kolev harus dipecat setelah menjalani 21 pertandingan. Karena dari semua laga yang telah dia mainkan, PS TNI hanya mampu meraih 21 poin. Dari pada pusing memikirkan masa depan Ivan Kolev bersama Persija, kamu bisa bermain Play1628 di Lojistiksektoru.com dan dapatkan banyak keuntungannya.

Gagal Juara Liga Europa, Arsenal Masih Berkesempatan Lolos ke Liga Champions 2019/20

Arsenal dipastikan gagal menjadi juara Liga Europa musim 2018/19 setelah di laga final yang dilangsungkan di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/05) dini hari WIB kalah telak dengan skor 4-1 dari Chelsea. Dengan demikian, Arsenal pun dipastikan gagal lolos ke Liga Champions Eropa musim depan. Karena di kompetisi domestik atau Liga Premier Inggris mereka hanya mampu finish di urutan ke-5 dengan koleksi 70 poin, tertinggal 1 poin dari Tottenham Hotspur yang duduk di posisi ke-4 atau batas akhir zona Liga Champions.

Padahal jika Arsenal mampu menjadi juara Liga Europa, maka mereka dipastikan akan tampil ke Liga Champions musim depan. Karena sejak tahun 2017 UEFA memutuskan untuk meloloskan juara Liga Europa secara otomatis ke babak grup Liga Champions Eropa, terlepas dari apa pun hasilnya di liga domestik. Kalau kamu pingin hasil dan mendapatkan banyak keuntungan dari permainan Joker123, langsung saja kunjungi Lojistiksektoru.com.

Arsenal Masih Berpeluang Lolos ke Liga Champions 2019/20

Meskipun demikian, peluang Arsenal untuk lolos ke Liga Champions belum sepenuhnya tertutup. Karena mereka masih bisa tampil di Liga Champions musim depan dengan satu syarat, yakni jika Manchester City didiskualifikasi. Karena seperti yang telah diketahui, kini UEFA tengah menyelidiki dugaan kasus pelanggaran Financial Fair Play yang dilakukan oleh Manchester City. Jika memang terbukti, juara bertahan Liga Premier Inggris itu akan didiskualifikasi dari Liga Champions musim 2019/20, dan Arsenal pun bisa menggantikannya. Karena memang ada peraturan yang menyebutkan bahwa tim dengan peringkat tertinggi di luar zona Liga Champions suatu kompetisi bisa lolos secara otomatis untuk menggantikan tim dari liga yang sama yang didiskualifikasi.

Arsenal Harus Berbenah

Terlepas dari apakah mereka akan lolos ke Liga Champions musim depan atau tidak, tentu saja Arsenal harus berbenah pada bursa transfer musim panas 2019. Karena memang Arsenal memiliki banyak kelemahan di sepanjang musim 2018/19, dan kelemahan yang terparah adalah di lini belakang. Hal itu terlihat dengan banyaknya jumlah gol yang bersarang ke gawang mereka, yakni sebanyak 51 gol dari 38 pertandingan yang dijalani. Catatan itu pun menjadikan Arsenal sebagai tim dengan pertahanan terburuk dari tim penghuni lima besar Liga Premier Inggris lainnya.

Prediksi Bali United vs Persija Jakarta, Duel Big Match Pekan ke-3

Pekan ke-3 Liga 1 2019 akan diwarnai oleh pertandingan besar yang mempertemukan antara Bali United melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jum’at (31/05) malam WIB. Laga ini layak disebut sebagai duel big match karena keduanya sama-sama memiliki banyak pemain bintang di dalam skuatnya.

Bali United

Bali United berhasil mengawali kiprahnya di Liga 1 2019 dengan hasil yang cukup manis. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu mampu mengakhiri dua laga awal dengan kemenangan, masing-masing dengan mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1 dan mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 1-0.

Kini mereka akan kembali menjalani laga kandang, namun dengan lawan yang lebih kuat, yakni Persija Jakarta.  Laga melawan Persija tidak bisa dianggap enteng oleh para pemain Bali United, karena tim tamu juga memiliki banyak pemain bintang yang siap mengobrak-abrik lini pertahanan mereka. Dilihat dari statistik, Bali United juga masih tertinggal dari Persija, di mana mereka harus mengalami 3 kali kekalahan dari lima pertemuan terakhir.

Pada laga nanti skuat Bali United dipastikan akan kembali dihiasi oleh nama-nama pemain papan atas seperti Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic, hingga Paulo Sergio. Akan tetapi nama Paulo Sergio hampir dipastikan bakal menjadi sorotan pada pertandingan nanti. Karena mantan pemain terbaik Liga 1 2017 itu memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur serangan Bali United. Sehingga bisa dibilang baik atau buruknya kualitas serangan Bali United tergantung dari performanya.

Pada pertandingan nanti pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco kemungkinan bakal menggunakan formasi 4-3-3 dengan memaksimalkan kekuatan di lini serang yang dihuni oleh Yabes Roni, Spasojevic, dan Stefano Lilipaly.

Persija Jakarta

Di kubu Persija, mereka tak seberuntung Bali United dalam mengawali kiprahnya di Liga 1 2019. Karena dari dua laga perdana, mereka hanya mampu meraih 1 kali hasil imbang, yakni ketika menahan imbang tuan rumah Barito Putera dengan skor 1-1. Sementara di laga kedua mereka harus tumbang 2-1 dari PSIS Semarang.

Meskipun demikian, bukan berarti Persija tak memiliki peluang untuk memenangkan laga kali ini. Tim asal ibu kota itu pun tetap memiliki peluang menang yang besar melawan Bali United, terlebih para pemain bintang Persija siap untuk diturunkan pada laga nanti. Persija sendiri memiliki kenangan manis ketika laga melawan Bali United, di mana mereka sempat mengalahkan tim Serdadu Tridatu dengan skor telak 3-0 di final Piala Presiden 2018. Kemenangan itu pun bisa menjadi pelecut semangat Ismed Sofyan dkk untuk menunjukkan penampilan terbaiknya di laga kali ini.

Pada pertandingan nanti skuat Persija masih akan dihiasi oleh nama-nama pemain papan atas seperti Steven Paulle, Ismed Sofyan, Rohit Chand, hingga Riko Simanjuntak. Akan tetapi yang diprediksi bakal menjadi sorotan adalah nama Rohit Chand. Karena dia harus berduel langsung dengan Paulo Sergio untuk memenangkan lini tengah. Siapa saja yang berhasil menguasai lini tengah, tentunya mereka akan mampu menguasai jalannya pertandingan.

Head to Head Bali United vs Persija Jakarta

05/05/2019 Persija Jakarta 1-0 Bali United

26/04/2019 Bali United 2-1 Persija Jakarta

03/12/2018 Bali United 1-2 Persija Jakarta

18/07/2018 Persija Jakarta 0-2 Bali United

18/02/2018 Persija Jakarta 3-0 Bali United

Lima Pertandingan Terakhir Bali United

22/05/2019 Bali United 1-0 Bhayangkara FC

17/05/2019 Bali United 2-1 Persebaya Surabaya

05/05/2019 Persija Jakarta 1-0 Bali United

26/04/2019 Bali United 2-1 Persija Jakarta

15/03/2019 Bhayangkara FC 4-1 Bali United

Lima Pertandingan Terakhir Persija Jakarta

26/05/2019 PSIS Semarang 2-1 Persija Jakarta

21/05/2019 Barito Putera 1-1 Persija Jakarta

16/05/2019 Persija Jakarta 6-1 Shan United

05/05/2019 Persija Jakarta 1-0 Bali United

02/05/2019 Becamex Binh Duong 3-1 Persija Jakarta

Prediksi Line Up Bali United vs Persija Jakarta

Bali United: Wawan Hendrawan; I Made Andhika Wijaya, Leonard Tupamahu, Willian Pacheco, Ricky Fajrin, Brwa Nouri, Fadil Sausu, Paulo Sergio, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Yabes Roni.

Pelatih: Stefano Cugurra Teco

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa; Dany Saputra, Maman Abdurrahman, Steven Paulle, Ismed Sofyan, Sandi Sute, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, Novri Setiawan, Riko Simanjuntak, Bruno Matos.

Pelatih: Ivan Kolev

Prediksi Skor Bali United vs Persija Jakarta: 2-1

Untuk kamu yang ingin bermain casino atau sbobet, langsung saja kunjungi Bandarsbobet.me. Gak perlu ribet dan kamu bisa dapat keuntungan yang besar.

Lepas Lukaku ke Inter Milan, Manchester United Ingin Boyong Lewandowski

Performa Manchester United di musim ini bisa dibilang cukup mengecewakan, terutama mengenai performa pemain di lini depan. Buruknya lini depan Manchester United bisa dilihat dari koleksi gol mereka di Liga Premier Inggris musim 2018/19, di mana tim besutan Ole Gunnar Solksjaer itu hanya mampu mencetak 65 gol dari 38 pertandingan atau rata-rata hanya mampu mengemas 1,7 gol per laga.

Romelu Lukaku Masuk Daftar Jual Manchester United

Dari beberapa striker yang dimiliki oleh Manchester United, yang paling mendapat sorotan tajam adalah Romelu Lukaku. Karena Lukaku yang awalnya di gadang-gadang menjadi mesin gol bagi The Red Devils justru gagal menunjukkan penampilan terbaiknya. Meskipun mendapat banyak kesempatan bermain namun Lukaku hanya sanggup mencetak 12 gol dan menyumbang 1 assist di Liga Premier Inggris.

Buruknya penampilan Lukaku membuat Manchester United berencana untuk menjual pemain asal Belgia tersebut di bursa transfer musim panas 2019. Meskipun tampil buruk, namun Lukaku nyatanya tak kehilangan peminat setelah Inter Milan dikabarkan siap mengajukan penawaran yang menggiurkan untuk bisa memboyongnya ke Giuseppe Meazza. Dari informasi yang ada, Inter Milan siap membuat penawaran kepada Lukaku berupa upah yang mencapai angka 120 miliar rupiah per musim.

Manchester United Incar Robert Lewandowski

Seiring dengan rumor bakal dilepasnya Lukaku, kini Manchester United dikabarkan tertarik untuk mendatangkan bomber andalan Bayern Munich, Robert Lewandowski. Dari beberapa media ternama Eropa, Manchester United dikabarkan akan menggunakan uang hasil penjualan Lukaku untuk mendatangkan Lewandowski ke Old Trafford.

Bomber asal Polandia itu dianggap sebagai sosok yang pas untuk mengisi lini depan Manchester United. Karena Lewandowski telah menunjukkan penampilan yang konsisten bersama Bayern Munich, di mana sejauh musim 2018/19 dirinya berhasil mempersembahkan 40 gol dan menyumbang 13 assists dari total 47 penampilannya di semua kompetisi.

Saat ini kontrak Lewandowski bersama Bayern Munich masih menyisakan 2 tahun atau baru akan berakhir pada musim panas 2021 mendatang. Dengan kontrak yang masih menyisakan dua tahun dan dengan kualitas yang dia miliki, tentu saja bukan hal yang mengherankan jika Lewandowski memiliki nilai jual yang mahal. Kalau kamu ingin mendapatkan banyak keuntungan dari bermain Sbobet, langsung saja klik Bandarsbobet.me Kesempatan tidak akan datang dua kali!