Demi Neymar, Real Madrid Ajukan Tawaran Gila Plus Gareth Bale

Sejauh bursa transfer musim panas tahun 2019 ini ke mana Neymar akan berlabuh masih belum diketahui secara pasti. Padahal pemain asal Brasil itu sudah mengutarakan niatnya untuk hengkang meninggalkan PSG dan bahkan sempat mangkir latihan agar bisa segera didepak dari Paris. Sebelumnya Neymar sering dikait-kaitkan dengan mantan klubnya, Barcelona, namun sampai berita ini diturunkan tidak ada kemajuan positif perihal transfer Neymar ke Barcelona.

Karena kini diyakini Barcelona tak mampu untuk memenuhi tuntutan transfer dari PSG. Karena mereka telah mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat fantastis untuk mendatangkan dua pemain papan atas, yakni gelandang Frankie de Jong dari Ajax Amsterdam dan striker Antoine Griezmann dari Atletico Madrid. Untuk nama terakhir adalah pembelian terbesar Barcelona di musim panas tahun ini, di mana mereka harus mengeluarkan uang sebesar 120 juta euro atau 1,9 triliun rupiah demi mendatangkannya ke Camp Nou.

Neymar Diminati Real Madrid

Mandeknya transfer Neymar ke Barcelona juga menguntungkan Real Madrid yang memang tertarik untuk menggunakan jasa sang pemain. Untuk menggoda Neymar, Real Madrid dikabarkan siap mengajukan tawaran yang cukup mencengangkan, di mana mereka siap menggelontorkan dana sebesar 90 juta euro atau sekitar 1,4 triliun rupiah ditambah dengan Gareth Bale. Kabar mengenai penawaran tersebut pertama kali diungkap oleh media ternama asal Inggris, Independent.

Real Madrid Sudah Lama Ingin Melepas Garteh Bale

Dimasukkannya nama Bale ke dalam bagian penawaran transfer Neymar juga tidak lepas dari keinginan pelatih Zinedine Zidane untuk melepas pemain asal Wales tersebut. Karena Zidane menilai bahwa Bale adalah pemain yang tidak sesuai dengan skema yang bakal dia terapkan pada musim depan.

Bahkan Bale tidak dimasukkan Zidane ke dalam skuat Real Madrid ketika hanya menjalani sebuah laga pra-musim di International Champions Cup melawan Bayern Munich di Texas, Minggu (21/7/2019) pagi WIB. Dia mengatakan bahwa hal tersebut dia lakukan karena memang Real Madrid tengah berusaha melepas Bale.

“Dia tidak dimainkan karena klub sedang berusaha menjualnya,” kata Zidane.

Suka judi bola atau bermain casino? Jika iya langsung saja klik 988bet.org dan coba peruntunganmu di SBOBET.

Kalahkan Arema FC, Ini 3 Fakta yang Mewarnai Kemenangan Madura United

Madura United berhasil meraih hasil manis pada laga lanjutan Liga 1 2019. Melawan tim yang tengah on fire, Arema FC, Madura United berhasil menang dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Sabtu (20/07) malam WIB. Pada pertandingan itu jual beli serangan terjadi mulai dari awal pertandingan.

Ketatnya pertandingan membuat skor 0-0 menutup jalannya babak yang pertama. Memasuki babak yang kedua pelatih Madura United, Dejan Antonic mengambil keputusan untuk memasukkan winger lincah Andik Vermansyah. Keputusannya pun terbilang tepat, karena Andik mampu mencetak gol melalui tendangan bebas yang cukup cantik pada menit ke-67. Kemenangan ini pun berhasil mengantarkan Madura United menduduki posisi ke-2 di klasemen sementara Liga 1 2019 dengan koleksi 17 poin dari 8 laga yang telah dijalani.

Selain itu, masih ada 3 fakta menarik lainnya yang merwarnai kemenangan Madura United pada pertandingan kali ini. Berikut adalah ulasan selengkapnya.

Keangkeran Kandang Madura United

Kemenangan pada laga kali ini semakin menegaskan bahwa markas Madura United, Stadion Gelora Ratu Pamelingan, tidak cukup bersahabat bagi Arema FC. Karena dalam empat musim terakhir tim Singo Edan tidak pernah mampu meraih kemenangan di stadion berkapasitas 15.000 penonton tersebut.

Debut Perdana Dua Pemain

Ini menjadi pertandingan perdana atau debut bagi kiper Madura United, Satria Tama. Karena sebelumnya Madura United lebih memilih untuk memainkan kiper yang lebih senior, M. Ridho, di bawah mistar gawang. Selain itu ini juga menjadi laga debut bagi gelandang asing Arema, Pavel Smolyachenko, setelah sebelumnya hanya menjadi penghangat di bangku cadangan pemain. Karena pemain asal Uzbekistan itu tidak dianggap lebih baik ketimbang pemain lokal seperti Jayus Hariono dan Hendro Siswanto.

Tetap Unggul

Meskipun harus menelan kekalahan pada laga kali ini, namun Arema masih memiliki statistik yang cukup bagus ketika laga melawan Madura United. Karena sejak tahun 2012 kedua tim sudah berjumpa sebanyak 14 kali dengan 7 kemenangan untuk Arema dan 4 kemenangan untuk Madura United. Dari 14 pertemuan tersebut Arema mampu mencetak 24 gol dan hanya kemasukan 17 gol.

Bagi kamu yang ingin mencari agen judi online resmi dan terpercaya, langsung saja kunjungi 988bet.org dan bergabung bersama SBOBET.

Pernah Dibanderol Triliunan Rupiah, 3 Pemain Ini Justru Dilupakan di Bursa Transfer 2019

Bursa transfer selalu menghadirkan banyak kejutan, mulai dari pindahnya para pemain bintang hingga banderol tinggi yang harus ditebus oleh klub demi mendatangkan pemain incarannya. Namun tidak jarang tingginya banderol yang dipatok oleh klub pemilik membuat klub peminat mengurungkan niatnya untuk membeli pemain tersebut demi menyelamatkan keuangan klub.

Karena tidak ada klub yang berminat, alhasil pemain itu pun akhirnya harus bertahan di klub lamanya. Namun seiring berjalannya waktu ada juga pemain yang pernah berbanderol mahal justru mengalami penurunan performa. Hasilnya nilai transfer mereka pun turun drastis, dan bahkan ada beberapa pemain yang dilupakan bahwa mereka pernah dibanderol hingga triliunan rupiah.

Nah, berikut adalah 3 daftar pemain yang pernah dibanderol triliunan rupiah namun justru dilupakan pada bursa transfer musim panas 2019 kali ini.

Andrea Belotti

Andrea Belotti pernah menjadi pemain yang paling dicari pada bursa transfer musim panas 2017 yang lalu. Karena pada musim sebelumnya pemain 23 tahun itu mampu mengemas 26 gol di kompetisi Serie A, sehingga tidak heran jika banyak klub yang tertarik untuk mendatangkannya.

Mengetahui pemainnya menjadi incaran banyak klub top Eropa, Torino langsung bergerak cepat dengan memagari sang pemain dengan nilai transfer mencapai angka 100 juta euro atau sekitar 1,56 triliun rupiah. Namun tingginya harga yang diminta oleh Torino membuat klub-klub peminat memilih untuk mundur, AC Milan, yang sebelumnya sangat berhasrat mendatangkan Belotti hanya mampu menawar 80 juta euro.

Malang bagi Torino, karena Belotti yang dulu dipatok sangat mahal kini performanya mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan pada musim lalu dirinya hanya mampu mencetak 10 gol di Serie A untuk Torino. Tak heran kini nama Belotti mulai dilupakan di bursa transfer 2019.

Sergej Milinkovic-Savic

Kemudian ada nama Sergej Milinkovic-Savic yang sempat mencuri perhatian di Serie A musim 2017/18. Karena pada musim itu Savic berhasil mencetak 12 gol dan menyumbangkan 4 assists di Serie A untuk Lazio. Melihat performa apiknya, Lazio langsung menyodorinya kontrak baru dengan klausul pelepasan senilai 100 juta euro.

Nilai itu sendiri dianggap terlalu tinggi bagi klub-klub peminat seperti PSG, Manchester United, hingga Real Madrid, di mana mayoritas dari mereka hanya berani memberikan penawaran maksimal 80 juta euro. Apes bagi Lazio, setelah gagal terjual kini Savic justru mengalami penurunan performa karena sering dibekap cedera.

Gareth Bale

Gareth Bale mencuri perhatian ketika berhasil mencetak dua gol di final Liga Champions Eropa 2017/18. Kala itu banyak pihak yang menyarankan agar dirinya segera hengkang meninggalkan Real Madrid, karena memang klub berjuluk Los Blancos itu mulai sering menepikan namanya dari skuat utama.

Namun Bale tak kunjung pindah dan memilih bertahan bersama Real Madrid. Apesnya lagi dia semakin tidak banyak mendapat kesempatan bermain, yang membuat performanya kian menurun karena tidak lagi terasah di laga kompetitif. Meskipun sempat memiliki nilai jual yang mahal, namun karena faktor-faktor itu lah yang membuat Bale kini mulai dilupakan di bursa transfer musim panas 2019.

Bagi kamu yang tidak ingin mengamai nasib serupa seperti ketiga pemain tersebut, langsung saja bergabung bersama 988bet sebagai agen judi online resmi dan terpercaya. Untuk menyimak berita transfer terkini kamu bisa terus pantengi Imagerous.com.

3 Fakta yang Membuat Bali United Babak Belur di Dua Pertandingan Terakhir

Bali United adalah salah satu klub yang disebut sebagai kandidat kuat juara Liga 1 2019. Karena mereka memiliki skuat yang cukup berkualitas dan bertabur pemain bintang untuk mengarungi kompetisi musim ini. Anggapan itu semakin menguat setelah Bali United tampil ganas dengan tak tersentuh kekalahan sama sekali hingga pekan ke-6 dan menduduki posisi kedua di klasemen sementara Liga 1 2019.

Namun sayangnya dalam beberapa pertandingan terakhir Bali United mengalami penurunan performa yang berujung pada dua kekalahan secara beruntun. Setelah sebelumnya dikalahkan oleh Barito Putera dengan skor 1-0, terbaru Bali United harus mengakui keunggulan tim papan bawah, Persela Lamongan dengan skor 2-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (18/07) kemarin.

Melihat kualitas skuat yang dimiliki, tentunya menelan dua kekalahan secara beruntun adalah hal yang cukup mengejutkan bagi Bali United. Lantas apa yang salah dari tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Sering Dirugikan Keputusan Wasit

Dalam kekalahan 1-0 melawan Barito Putera, sebenarnya Bali United berhasil mencetak dua gol pada pertandingan tersebut. Namun sayangnya wasit Iwan Sukoco menganulir kedua gol tim besutan Stefano Cugurra Teco tersebut. Gol pertama yang dicetak oleh Melvin Platje harus dianulir karena dianggap sudah terlebih dahulu terjebat dalam posisi off side. Padahal berdasarkan tayangan ulang Melvin masih berdiri dalam posisi on side sebelum melepaskan tendangan yang berbuah gol. Sementara gol yang kedua harus dianulir karena memang Willian Pacheco telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu kepada kiper Barito Putera. Melihat insiden yang ada dan apabila wasit jeli dalam mengambil keputusan, Bali United berpeluang menahan Barito Putera dengan skor 1-1.

Kehilangan Pemain Utama

Kehilangan dua pemain utama sangat terasa pada permainan Bali United di laga melawan Persela. Karena pada laga itu Bali United harus kehilangan Pacheco karena hukuman karu merah di laga terakhir dan Brwa Nouri karena hukuman akumulasi kartu kuning. Padahal sejauh musim ini keduanya memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap permainan Bali United.

Bermain di Bawah Standar

Permainan Bali United langsung menurun ketika tim lawan mencetak gol terlebih dahulu. Hal itu bisa terlihat jelas di laga melawan Persela.

Bagi kamu yang suka sepak bola, jangan lewatkan berita dan prediksi terkini hanya di Imagerous.com dan Genericcialisordercialisumyv.com. Sementara kamu bisa pasang prediksi terbaikmu hanya di 988bet.

Masuk Grup G Kualifikasi, Indonesia Bakal Hadapi Dua Pelatih Spesialis Piala Dunia

Berdasarkan hasil drawing putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dilangsungkan di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/07) sore WIB, Indonesia dipastikan tergabung di Grup G. Di grup tersebut Indonesia akan bersaing dengan Uni Emirat Arab, Vietnam, Thailand, dan Malaysia untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Dengan demikian Timnas Indonesia yang diasuh oleh coach Simon McMenemy akan berhadapan dengan dua pelatih spesialias Piala Dunia, yakni Akira Nishino dan Bert van Marwijk.

Akira Nishino

Akira Nishino adalah pelatih yang baru saja ditunjuk untuk menangani Timnas Thailand senior, sekaligus Timnas Thailand U-23 yang akan bermain di Piala AFF U-23 di mana mereka akan menjadi tuan rumah. Nishino sendiri bukanlah pelatih yang sembarangan, karena dirinya berhasil meloloskan Timnas Jepang ke Piala Dunia 2018 Rusia.

Tidak hanya itu, Nishino juga sukses mengantarkan Jepang melaju ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Timnas Belgia. Namun sayangnya Jepang harus tersingkir setelah menelan kekalahan dengan skor 3-2, walaupun sempat unggul dengan skor 0-2. Kekalahan itu pun membuat Nishino mengundurkan diri dari jabatannya, dan kemudian menerima pinangan dari Thailand.

Bert van Marwijk

Bert van Marwijk sendiri baru ditunjuk menangani Timnas Uni Emirat Arab pada Maret 2019 yang lalu, menggantikan posisi Alberto Zaccheroni. Sama seperti Nishino, Van Marwijk juga merupakan pelatih yang berpengalaman, bahkan memiliki nama yang lebih besar dari arsitek asal Jepang tersebut.

Karena Van Marwijk pernah mengantarkan Timnas Belanda melaju hingga ke final Piala Dunia 2010, meskipun pada akhirnya harus menerima kenyataan kalah dari Spanyol dengan skor 1-0 di laga puncak. Selain itu Van Marwijk juga pernah mengantarkan Timnas Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2018, hanya saja ketidaksepakatan mengenai kontrak membuat dirinya memutuskan mundur. Ia mengundurkan diri sebelum Timnas Arab Saudi tampil di Piala Dunia 2018.

Pada Piala Dunia 2018 sendiri Van Marwijk ditunjuk untuk menangani Timnas Australia, yang harus terhenti di babak penyisihan grup.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar babak kualifikasi Piala Dunia 2022, kamu bisa kunjungi Imagerous.com dan pasang prediksi terbaikmu hanya di 988bet. Sementara untuk menyimak berita mengenai bursa transfer sepak bola terkini bisa klik Genericcialisordercialisumyv.com.

4 Mantan Bintang AC Milan yang Berstatus Bebas Transfer, Klub Indonesia Berminat?

Bursa transfer musim panas 2019 masih dibuka, kepindahan pemain pun masih terus terjadi. Namun tak sedikit juga pemain yang berstatus bebas transfer pada kesempatan kali ini, setelah kontrak mereka tidak diperpanjang oleh klubnya. Dengan demikian mereka pun bisa dengan bebas pindah ke klub lain secara gratis.

Dari sekian banyak pemain yang berstatus bebas transfer, 4 pemain di antaranya adalah mantan bintang andalan AC Milan. Mayoritas mereka memang telah mengalami penurunan performa, sehingga kontraknya tidak lagi diperpanjang. Meskipun demikian kualitas mereka masih terbilang mumpuni dan istimewa bagi sepak bola Indonesia. Oleh sebab itu, klub-klub Indonesia pun berpeluang untuk mendatangkan keempat pemain tersebut, meskipun sebagai konsekuensinya mereka harus menggaji mereka dengan nilai yang cukup tinggi.

Berikut adalah 4 mantan bintang AC Milan yang kini berstatus bebas transfer dan bisa didatangkan klub Indonesia.

Ignazio Abate

Ignazio Abate adalah salah satu pemain yang cukup lama membela AC Milan. Tidak tanggung-tanggung, gelandang yang kini berusia 32 tahun itu telah membela AC Milan selama 10 tahun terhitung sejak 2009 hingga 2019. Kebersamaan Abate dengan AC Milan harus berakhir setelah klub berjuluk i Rossonerri itu tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada musim panas 2019 kali ini.

Keisuke Honda

Sosok striker asal Jepang, Keisuke Honda, yang pernah menjadi bagian dari AC Milan pada tahun 2014 hingga 2017 kini juga tengah berstatus bebas transfer. Status tersebut dia dapatkan setelah klub Australia, Melbourne City, memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada musim panas 2019. Melihat kemampuannya, tentu saja Honda bisa menjadi bintang lapangan jika bermain di Liga 1.

Mario Balotelli

Selanjutnya ada nama striker bengal, Mario Balotelli, yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang klub asal Perancis, Olympique Marseille. Di masa jayanya Balotelli pernah membela AC Milan pada tahun 2013 sampai 2016 dengan mencatat 77 penampilan dan mencetak 33 gol.

Yoann Gourcuff

Yang terakhir adalah Yoan Gourcuff, yang pernah menjadi bagian AC Milan pada tahun 2006 hingga 2009. Kini pemain berusia 33 tahun itu tengah berstatus bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh klub asal Perancis, FC Dijon.

Untuk mendapat update informasi sepak bola terkini jangan lupa kunjungi Imagerous.com dan pasang prediksi terbaikmu hanya di 988bet. Prediksi terpercata bisa kamu lihat dengan mengunjungi Genericcialisordercialisumyv.com.

Philippe Coutinho Setuju Pindah ke Liverpool?

Karier Philippe Coutinho bersama Barcelona tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Karena sejak didatangkan dari Liverpool pada musim dingin 2018 dengan biaya sebesar 145 juta euro atau setara 2,27 triliun rupiah, Coutinho seakan hanya menjadi pelengkap di lini depan Barcelona. Dirinya pun gagal menunjukkan penampilan terbaiknya seperti ketika membela The Reds.

Nama Coutinho dipastikan bakal semakin tersisih dari skuat Barcelona setelah tim penghuni Camp Nou tersebut berhasil mendatangkan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid dengan nilai transfer sebesar 120 juta euro atau setara 1,9 triliun rupiah. Dengan kualitas yang dimilikinya, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde diyakini akan lebih memilih untuk menempatkan Griezmann di lini depan mendampingi Luis Suarez dan Lionel Messi. Dengan demikian kesempatan bermain Coutinho dipastikan bakal semakin berkurang.

Barcelona Berencana Tukar Coutinho dengan Neymar

Melihat kondisi yang ada, Barcelona dikabarkan tertarik untuk menukar Coutinho dengan bintang PSG, Neymar, ditambah dengan sejumlah uang. Karena memang kini Neymar diisukan sudah tidak betah bermain bersama PSG dan ingin kembali memperkuat Barcelona. Namun besarnya nilai transfer yang diminta PSG membuat Barcelona mengakalinya dengan memasukkan nama Coutinho sebagai bagian dari kesepakatan demi menurunkan harga Neymar.

Coutinho Lebih Tertarik Kembali ke Liverpool

Namun di sisi lain Coutinho nampaknya tidak tertarik dengan rencana Barcelona. Karena dirinya lebih ingin kembali bermain bersama Liverpool, walau pun hanya berstatus sebagai pemain pinjaman. Dilansir dari Sport Mirror, agen Coutinho, Kia Joorabchian, juga mengungkapkan bahwa kliennya sudah menyetujui penawaran Liverpool yang ingin meminjamnya selama dua musim dengan opsi pembelian permanen dengan nilai 88 juta pounds atau setara 1,5 triliun rupiah.

“Saya rasa Liverpool sangat melekat, sangat dalam di dalam hatinya (Coutinho). Dia adalah penggemar berat Liverpool sepanjang musim lalu. Dia berharap agar mereka memenangkan gelar dan dia sangat tertarik untuk berada di sana. Oleh sebab itu saya pikir akan sangat sulit baginya untuk hijrah ke rival langsung Liverpool secara pribadi,” kata Joorabchian.

Untuk kamu yang ingin menambah pemasukan, langsung saja bergabung dengan agen judi online resmi dan terpercaya hanya di 988bet. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut silahkan klik 988bet.biz.

Juventus Bakal Lepas Gonzalo Higuain ke China?

Usai menjalani masa peminjaman bersama Chelsea, kini Gonzalo Higuain kembali lagi ke Juventus sebagai klub pemilik yang sah. Bersama Juventus dia akan kembali bekerja sama dengan Maurizio Sarri, arsitek yang sebelumnya mendatangkannya ke Chelsea pada musim dingin 2019 dengan status sebagai pemain pinjaman.

Higuain dan Sarri memang memiliki hubungan baik, bahkan semenjak keduanya masih membela Napoli. Hanya saja melihat kondisi yang ada sekarang, bukan suatu jaminan bahwa posisi Higuain di Juventus akan aman. Karena kini La Vecchia Signora memiliki banyak striker berkelas seperti Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala.

Gonzalo Higuain Dirumorkan Hengkang

Dalam beberapa waktu terakhir bomber asal Argentina itu juga dirumorkan bakal segera hengkang meninggalkan Turin demi mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Meskipun performanya sudah mulai menurun, namun masih banyak klub-klub papan atas Eropa yang tertarik untuk menggunakan jasanya seperti AS Roma, Inter Milan, bahkan West Ham United.

Gonzalo Higuain Dapat Tawaran dari China

Sementara itu dilansir dari Calciomercato, Higuain kini juga sudah mendapatkan penawaran yang cukup menarik dari salah satu klub kaya asal China. Bukan hanya untuk Higuain, penawaran itu juga disebut cukup menguntungkan untuk pihak Juventus.

Namun Higuain diyakini tidak bersedia untuk pindah ke China dan lebih memilih tetap bermain di Eropa. Akan tetapi dengan penawaran yang cukup menguntungkan, Juventus kini dilaporkan tengah membujuk Higuain untuk menerima tawaran tersebut. Bahkan Juventus bersedia membantu Higuain agar bisa mencapai kesepakatan dengan upah yang tinggi bersama klub asal China tersebut.

Sekedar informasi, Higuain didatangkan Juventus pada musim panas 2016 yang lalu setelah 3 musim sebelumnya memperkuat Napoli. Akan tetapi kemudian pada musim 2018/19 bomber berusia 31 tahun tersebut harus menjalani masa peminjaman bersama AC Milan di paruh musim pertama dan bersama Chelsea di paruh musim kedua. Hal itu seakan menegaskan bahwa memang Juventus sudah tidak lagi membutuhkan jasa Higuain untuk menambah daya dobrak di lini depan.

Bagi kamu yang ingin mendapat lebih banyak keuntungan dalam bermain poker atau casino, langsung saja bergabung dengan 988bet. Untuk informasi lengkapnya bisa follow akun Twitter 988bet, @988bet.

Sombong! Zlatan Ibrahimovic Anggap Dirinya Tuhan

Siapa yang tidak kenal dengan Zlatan Ibrahimovic? Saya rasa semua pecinta sepak bola pasti kenal dengan sosok pemain sepak bola jangkung tersebut. Di sepanjang kariernya Zlatan lebih sering bergabung bersama klub-klub papan atas dunia, mulai dari Ajax Amsterdam, Inter Milan, Juventus, AC Milan, Barcelona, PSG, hingga Manchester United. Selain itu bomber gaek asal Swedia tersebut juga dikenal melalui aksi-aksinya di atas lapangan yang terkadang mengundang decak kagum, bahkan tidak jarang dia berhasil mencetak gol dengan cara yang spektakuler dan tak mampu dilakukan oleh pemain lainnya.

Kini Zlatan tengah melanjutkan kariernya di Amerika Serikat dengan memperkuat mantan klub David Beckham, LA Galaxy. Meskipun usianya tidak lagi muda, namun Zlatan masih mampu menunjukkan ketajamannya di depan gawang, dan hal itu terbukti setelah dirinya mampu mencetak 13 gol hanya dari 16 penampilannya bersama LA Galaxy.

Dengan kebintangan yang dia miliki, Zlatan juga sering diminta untuk melakukan sesi wawancara. Baru-baru ini pemain berusia 37 tahun itu melakukan wawancara dengan salah satu media online. Namun dalam sesi wawancara tersebut Zlatan membuat pernyataan yang cukup kontroversial, di mana dirinya mengaku sebagai Tuhan.

“Hi. Ini Zlatan Ibrahimovic. (Pemain) LA Galaxy. (Posisi) Penyerang. Kebanggaan Swedia,” katanya di awal Video.

Ketika sang reporter menanyakan tagar apa yang tepat untuk menggambarkan dirinya, Zlatan dengan lantang menjawab: “#GOD”.

“Twitter anda akan meledak. Setelah saya melakukan itu, Twitter anda akan meledak” lanjutnya.

https://twitter.com/TwitterSports/status/1149760137126563840?

Benar saja, belum sampai 24 jam video tersebut diunggah di Twitter, Zlatan kembali menjadi bahan perbincangan warganet khususnya bagi para pengguna Twitter. Meskipun ada yang menghujat dan mencap dirinya sebagai pemain yang sombong, namun ada juga yang mengaku semakin kagum dengan sosok pemain berpostur 1,95 m tersebut.

Ini bukan kali Zlatan membuat pernyataan yang cukup menghebohkan. Karena sebelumnya dia juga sempat membuat pernyataan yang bernada melecehkan para klub peserta MLS, dengan mengatakan bahwa raihan trofinya lebih banyak jika dibandingkan dengan koleksi total trofi klub peserta MLS.

“Saya datang ke sini karena saya telah memenangkan banyak (trofi). Saya tidak ingin bersantai. Itulah alasan saya, saya telah memenangkan 33 trofi, saya pikir lebih banyak daripada (seluruh klub) MLS,” kata Zlatan kala itu.

Ingin mencari agen judi online resmi dan terpercaya? Langsung saja kunjungi 988bet.biz dan segera daftarkan dirimu untuk bergabung bersama 988bet.

Peter Crouch Umumkan Pensiun dari Sepak Bola Profesional

Dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu pemain terbaiknya, kali ini Peter Crouch yang memutuskan untuk menyudahi kariernya alias pensiun sebagai pemain sepak bola profesional. Kabar mengejutkan itu disampaikan oleh mantan striker andalan Timnas Inggris tersebut melalui akun Twitter pribadinya pada Jum’at (12/07).

“Jika anda memberi tahu saya pada usia 17 tahun, bahwa saya akan bermain di Piala Dunia, mencapai final Liga Champions, memenangkan Piala FA dan mendapatkan 100 gol Liga Premier Inggris, maka saya akan menghindari anda dengan segala cara. Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan. Pertandingan luar biasa telah memberiku segalanya. Saya sangat berterimakasih kepada semua orang yang telah membantuku mencapai impian itu dan telah membantuku bertahan begitu lama,” tulis Crouch.

Peter Crouch Pensiun Setelah 21 Tahun Bermain

Menurut informasi yang didapatkan, Crouch sudah 21 tahun lamanya bermain menjadi pemain sepak bola profesional. Di sepanjang kariernya ia pernah membela klub-klub ternama seperti Portsmouth, Atson Villa, Liverpool, hingga Stoke City. Total sudah 11 klub yang pernah dia singgahi dan pemain 38 tahun itu mencatat 42 caps bersama Timnas Inggris dengan mencetak 22 gol. Karier tersukses Crouch adalah ketika dirinya membela Liverpool pada rentan tahun 2005 hingga 2008 yang lalu. Karena pada periode tersebut Crouch berhasil memenangkan Piala FA, Community Shield, dan menjadi finalis Liga Champions serta Piala Dunia Klub.

Crouch Lebih ‘Tahan Lama’ dari Steven Gerrard dkk

Crouch juga bisa dibilang lebih ‘tahan lama’ ketimbang pemain seangkatannya yang telah terlebih dahulu memutuskan gantung sepatu. Pemain berpostur jangkung itu seangkatan dengan Joe Cole, Steven Gerrard, John Terry, hingga Frank Lampard di Timnas Inggris.

Pensiunnya Crouch akan membuat dunia sepak bola benar-benar merasa kehilangan. Karena Crouch adalah salah satu pemain yang cukup berkharisma dan jarang diterpa isu atau pun gosip miring. Pemain kelahiran Macclesfield, Inggris itu juga menyisakan banyak kenangan manis bagi para penggemarnya, salah satunya adalah selebrasi robot yang sangat ikonik.

Bagi kamu yang ingin mendapat lebih banyak keuntungan dalam bermain judi online, langsung saja kunjungi 988bet.org dan daftarkan dirimu untuk bergabung bersama 988bet.